Hari website baru tayang itu hari yang enak. Desainnya rapi, fotonya sudah pas, tombolnya jalan semua. Yang sering terlewat: hari itu juga hari pertama Google melihat website kamu.
Google tidak menunggu kamu siap. Begitu sebuah alamat bisa dibuka, robotnya datang, membaca, lalu menyimpan apa yang dia temukan. Kalau yang dia temukan setengah benar, itu yang tersimpan.
Checklist di bawah ini kami jalankan sebelum sebuah website kami buka untuk umum. Tidak ada yang rumit. Sebagian besar butuh lima menit, asal dikerjakan sebelum tayang.
Kenapa dikerjakan sebelum tayang, bukan sesudah
Alasannya sederhana. Semua yang ada di daftar ini gratis dan cepat kalau website belum dibuka. Begitu sudah dibuka, tiap perbaikan punya ekor.
Ganti alamat halaman setelah tayang? Kamu butuh redirect. Ganti judul halaman setelah dua bulan? Kamu menunggu Google membaca ulang. Lupa mematikan tanda “jangan diindeks”? Website kamu tidak muncul di Google selama berminggu-minggu dan kamu tidak sadar kenapa.
Website yang tayang setengah benar itu tidak netral. Dia mengajari Google hal yang keliru, dan kamu perlu waktu buat mengajari ulang.
Jadi anggap daftar ini bagian dari kerjaan, bukan tugas tambahan. Kami taruh di minggu terakhir, sebelum website diserahkan.
Struktur URL dan permalink
WordPress bawaannya memakai alamat seperti ?p=123. Ini yang pertama kami ubah. Masuk ke Settings, lalu Permalinks, lalu pilih Post name.
Setelah itu, periksa alamat tiap halaman satu per satu. Aturannya:
- Huruf kecil semua, kata dipisah tanda hubung.
- Pendek dan bisa ditebak isinya. /layanan/bikin-website/ lebih baik daripada /layanan-kami-yang-lengkap/.
- Buang kata sambung yang tidak menambah arti: dan, yang, untuk, di.
- Tanpa tanggal, tanpa angka acak, tanpa nomor versi.
- Kalau bisnisnya lokal, nama kota boleh masuk. /jasa-catering-denpasar/ masuk akal.
Kunci alamatnya sekarang, karena mengubahnya nanti berarti kamu memutus semua link yang sudah menuju ke sana. Waktu kami bikin website, struktur ini kami kunci di minggu pertama, bareng peta halaman.
Satu H1 per halaman dan urutan judul
H1 adalah judul utama halaman. Satu halaman cukup satu. Sisanya H2 untuk bagian besar, H3 untuk anak bagian.
Di Elementor ini gampang berantakan. Orang memilih heading berdasarkan ukurannya, bukan berdasarkan urutannya. Akhirnya ada tiga H1 di satu halaman, atau H3 muncul sebelum H2.
Cara cepat mengeceknya: buka halaman, klik kanan, pilih Inspect, lalu cari tag h1. Atau pakai ekstensi gratis yang menampilkan urutan judul dalam satu klik. Kalau urutannya loncat, benahi lewat panel HTML Tag di Elementor. Ukuran huruf diatur terpisah, tidak perlu mengorbankan urutannya.
Meta title dan meta description
Ini teks yang muncul di hasil Google. Bukan judul halaman kamu, walau sering disamakan.
Pasang Yoast atau Rank Math, lalu isi manual untuk tiap halaman. Jangan biarkan template bawaan bekerja sendiri, hasilnya selalu kaku.
- Meta title: sekitar 60 karakter. Isi dengan apa yang kamu jual, kota kalau relevan, lalu nama brand di belakang.
- Meta description: sekitar 155 karakter. Ini bukan faktor peringkat, tapi ini yang menentukan orang mengklik atau tidak. Tulis seperti kamu menjawab orang yang sedang ragu.
- Tidak boleh ada dua halaman dengan meta title yang sama persis. Kalau ada, kamu sedang menyuruh Google memilih sendiri.
Buat tabel kecil di spreadsheet: kolom URL, kolom title, kolom description. Isi dulu di situ, baru pindahkan ke WordPress. Lebih cepat, dan kamu langsung lihat kalau ada yang kembar.
Gambar dan alt text
Gambar adalah penyebab nomor satu website lambat. Foto langsung dari kamera atau HP ukurannya bisa 4000 piksel dan beberapa megabita. Tidak ada yang butuh itu di website.
- Kecilkan dimensinya dulu. Gambar hero cukup 1920 piksel, gambar isi cukup 1200 piksel.
- Simpan sebagai WebP. Ukurannya jauh lebih kecil dengan mata telanjang sama saja.
- Beri nama file yang masuk akal sebelum diunggah. kelas-yoga-canggu.webp, bukan IMG_4471.jpg.
- Isi alt text dengan kalimat yang menjelaskan isi gambar. Ini dibaca pembaca layar dan dibaca Google.
Alt text bukan tempat menumpuk kata kunci. Tulis apa yang benar-benar terlihat. Kalau gambarnya cuma hiasan, biarkan alt-nya kosong.
Kecepatan muat
Buka PageSpeed Insights, masukkan alamat website, dan lihat angka di tab Mobile, bukan Desktop. Yang paling penting satu: LCP, waktu sampai bagian terbesar di layar pertama selesai tampil. Target aman di bawah 2,5 detik.
Kalau angkanya jelek, biasanya karena empat hal ini:
- Gambar belum dikecilkan.
- Plugin menumpuk. Matikan dan hapus yang tidak dipakai, jangan cuma dinonaktifkan.
- Belum ada cache. Pasang satu plugin cache saja, jangan dua.
- Font terlalu banyak. Dua keluarga font sudah cukup, dan cukup muat berat yang benar-benar dipakai.
Ukur lagi setelah dibenahi. Kalau tidak diukur ulang, kamu cuma menebak.
Tampilan di HP
Buka websitenya di HP asli, bukan cuma di mode responsif Elementor. Yang kami cek:
- Tidak ada geser ke samping. Kalau halaman bisa digeser kiri kanan, ada elemen yang kelebaran.
- Teks isi minimal 16 piksel. Di bawah itu orang harus zoom.
- Tombol cukup besar buat jempol, dan tidak menempel satu sama lain.
- Nomor telepon dan WhatsApp bisa langsung diklik.
- Tabel harga atau jadwal tidak terpotong.
- Popup bisa ditutup tanpa harus menebak letak tanda silangnya.
Sebagian besar orang yang mencari bisnis lokal memakai HP. Kalau harus memilih, dahulukan tampilan HP daripada desktop.
Google Search Console dan sitemap
Ini alat gratis dari Google dan wajib dipasang di hari pertama. Tanpa ini kamu buta.
- Daftarkan properti dengan tipe Domain, lalu verifikasi lewat catatan DNS di penyedia domain kamu.
- Kirim sitemap. Yoast dan Rank Math membuatnya otomatis di /sitemap_index.xml. Tempelkan alamat itu di menu Sitemaps.
- Pakai URL Inspection untuk beranda dan halaman layanan utama, lalu klik Request Indexing.
- Cek lagi tiga hari kemudian di menu Pages. Di situ terlihat halaman mana yang sudah masuk dan mana yang ditolak.
Search Console juga yang nanti memberi tahu kamu kata apa yang dipakai orang sampai menemukan website kamu. Data itu jadi bahan tulisan berikutnya.
Google Analytics
Pasang GA4 sebelum tayang, supaya data hari pertama ikut tercatat. Paling rapi lewat Google Tag Manager, tapi plugin resmi juga cukup untuk website kecil.
Yang sering lupa: memastikan kejadian penting benar-benar tercatat. Tes sendiri sekali, lalu buka laporan Realtime.
- Formulir kontak terkirim.
- Klik tombol WhatsApp.
- Klik nomor telepon dan alamat email.
Setelah itu saring kunjungan dari kamu sendiri dan dari tim, biar angkanya tidak palsu. Dan pastikan kode GA4 cuma terpasang satu kali. Dua kali membuat semua angka jadi dobel.
Robots.txt dan halaman yang tidak boleh terindeks
Cek ini duluan. Di Settings, lalu Reading, ada kotak centang “Discourage search engines from indexing this site”. Kotak itu biasanya dinyalakan waktu website masih dibangun. Kalau lupa dimatikan, website kamu tidak akan muncul di Google sama sekali. Ini penyebab paling sering, dan paling menyakitkan.
Setelah itu, tentukan halaman yang memang sebaiknya tidak masuk Google. Beri tanda noindex lewat Yoast atau Rank Math:
- Halaman terima kasih setelah formulir terkirim.
- Keranjang belanja dan halaman checkout.
- Halaman hasil cari di dalam website.
- Halaman tag yang isinya cuma satu tulisan.
- Website versi uji coba di subdomain staging.
Terakhir, buka namadomainkamu.com/robots.txt dan baca isinya. Pastikan tidak ada baris yang memblokir folder /wp-content/, karena di situ file CSS dan gambar kamu berada.
Google Business Profile untuk bisnis lokal
Kalau kamu punya toko, kantor, atau melayani area tertentu, ini sering memberi hasil lebih cepat daripada semua yang di atas.
Daftarkan bisnisnya, pilih kategori yang paling tepat, lalu isi jam buka dan area layanan. Yang penting: nama, alamat, dan nomor telepon harus persis sama dengan yang tertulis di website. Sampai ke titik dan singkatannya.
Tambahkan foto asli, minimal sepuluh. Tempelkan peta di halaman kontak. Lalu pasang data terstruktur LocalBusiness, yang bisa diaktifkan lewat menu schema di Rank Math tanpa menyentuh kode.
Halaman 404 dan redirect dari website lama
Bagian ini cuma untuk kamu yang mengganti website lama. Kalau ini website pertama, lewati saja.
Sebelum website lama dimatikan, kumpulkan dulu daftar alamat lamanya. Ambil dari Search Console lama, dari sitemap lama, atau dari alat crawler gratis seperti Screaming Frog untuk situs kecil.
Lalu petakan satu per satu ke halaman baru yang isinya paling mirip, pakai redirect 301. Jangan melempar semuanya ke beranda. Buat Google itu tanda halaman lama sudah tidak ada padanannya, dan nilainya hilang.
Terakhir, buat halaman 404 yang berguna. Isinya kalimat singkat, kolom cari, dan tautan ke halaman layanan dan kontak. Halaman 404 kosong membuat orang menutup tab.
Yang sering lupa dicek di hari tayang
Ini daftar terakhir kami, dikerjakan dua jam sebelum website dibuka. Semuanya kecil dan semuanya pernah bikin repot.
- Kirim formulir kontak sungguhan. Pastikan emailnya masuk, dan tidak mendarat di folder spam.
- Pastikan https jalan, dan versi http dialihkan ke https.
- Pilih satu versi alamat, dengan www atau tanpa www, lalu arahkan yang satunya ke situ.
- Hapus tulisan contoh “Hello World” dan halaman “Sample Page”.
- Ganti tagline bawaan WordPress yang berbunyi “Just another WordPress site”.
- Cari sisa teks dummy. Ketik “lorem” di kolom cari WordPress.
- Pasang favicon. Ini terlihat di tab dan di bookmark orang.
- Klik semua tautan sosial media di footer, satu per satu.
- Cek nomor WhatsApp benar, termasuk kode negaranya.
- Buka website dari koneksi seluler, bukan cuma dari wifi kantor.
Sesudah tayang, beri waktu. Halaman baru biasanya mulai terlihat di Search Console dalam hitungan hari, tapi posisinya bergerak dalam hitungan bulan. Checklist ini membuat titik mulainya benar. Sisanya kerja yang lebih panjang, dan itu yang kami urus di layanan SEO.
Kalau kamu ingin daftar ini dijalankan pada website yang sudah ada, kirim alamatnya lewat halaman kontak. Kami balas dengan audit satu halaman, gratis, isinya temuan yang paling menahan dan mana yang kami dahulukan.